Uzbekistan Tawarkan Sejuta Wisata Religi Bagi Pelancong

0
9

Brand Ambasador Uzbekistan untuk Indonesia, Margianti, menceritakan, pemerintah Uzbekistan sudah memperlakukan peraturan bebas visa ke beberapa negara, salah satunya adalah Indonesia.

Sebab, banyak wisatawan Indonesia yang ingin melancong ke negara di Asia Tengah tersebut.

“Dulu, perjalanannya sulit karena harus transit di Kuala Lumpur, transit di Inceon Airport, atau bisa lewat Istanbul,” ujar Margianti kepada IMQ, Kamis (2/5).

Pemerintah Uzbekistan, kata Margi, berpandangan bahwa masyarakat Indonesia menyukai kegiatan keagamaan sekaligus memiliki tradisi berziarah ke makam. Tak ayal, Uzbekistan mempunyai makam-makam imam besar, seperti Imam Bukhari, Imam Tarmizi, dan sebagainya.

“Kita melihat masyarakat Indonesia sangat semangat untuk umroh, sehingga akan diupayahkan setelah umroh bisa mampir ke Uzbekistan. Sebenarnya, dalam ke-Islamannya lebih banyak ada di Uzbekistan dan kalau kita ziarah ke makam Imam Bukhari, masyarakat Indonesia sangat dihargai karena kita punya sejarah di mana Soekarno menemukan makam itu,” ujarnya.

Sebelum dibukanya penerbangan langsung Uzbekistan ke Indonesia, Wakil Rektor Universitas Gunadarma ini mengakui banyak masyarakat Uzbekistan yang secara diam-diam berpesiar ke Indonesia. Dengan adanya peresmian penerbangan ini, ia berharap wisatawan dari Uzbekistan semakin banyak datang ke Tanah Air.

“Penerbangannya akan dilayani oleh pesawat jenis dreamliner, seminggu dua kali,” tambahnya.

Menyoal kerja sama dalam sektor ekonomi, Margi bilang negara yang kaya akan buah-buah kering ini sangat terbuka bekerja sama dengan negara manapun. Saat ini, penduduk Uzbekistan sekitar 33 juta, dengan UMR kurang lebih Rp128.000 dan pertumbuhan ekonomi mencapai 8,2%.

“Dengan UMR tersebut, berbahagialah kita. Tetapi sebetulnya, Rp128.000 itu adalah tarif terendah upah. Ini perumpamannya sebagai gaji terhadap pegawai pemula,” ungkapnya.

Ia memperkirakan, tingginya pertumbuhan ekonomi Uzbekistan ditopang oleh berbagai proyek yang dikerjakan oleh konsorsium perbankan Uzbekistan, yang beranggotakan sekitar 20 bank. Salah satu proyek yang dikerjakan oleh konsorsium adalah perubahan.

“Secara nilai tukar, mereka lebih tinggi. US$100 = 840.000 sum. Dan ada 20 bank yang menjaga Uzbekistan,” tegas Margi sembari menambahkan potensi ekspor Uzbekistan adalah kopi dan pakaian.

Sumber : imq21 – Susan Silaban

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here